1. IP Private merupakan IP Address yang digunakan untuk jalur private saja, seperti jaringan lokal (LAN) yang penggunaanya tanpa melalui ijin maupun berlangganan ke pihak pengelola IP
10 contoh IP Private kelas A: 10.10.1.1, 10.10.1.2, 10.10.1.3, 10.10.1.4, … 10.10.1.10
10 Contoh IP Private kelas B: 172.16.10.1, 172.16.10.2, 172.16.10.3, 172.16.10.4, … 172.16.10.10
10 Contoh IP Private kelas C: 192.168.1.1, 192.168.1.2, 192.168.1.3, 192.168.1.4, … 192.168.1.10
2. IP Public merupakan IP Address yang digunakan untuk jalur public (internet) sehingga setiap host yang memiliki IP Public dapat diakses oleh oleh semua user yang terhubung dengan internet.
Penggunan IP Public ini harus melalui ijin oleh lembaga pemerintah yang menangani IP, biasanya menggunakan sistem sewa (berlangganan) kepada penyedia layanan internet resmi yang telah mendapat ijin.
10 contoh IP Public kelas A: (Tidak ada/ Kelas A tidak memiliki IP Public)
10 contoh IP Public kelas B: 172.172.25.1, 172.172.25.2, 172.172.25.3, 172.172.25.4, … 172.172.25.10 10 contoh IP Public kelas C: 195.98.2.1, 195.98.2.2, 195.98.2.3, 195.98.2.4, … 195.98.2.10
Catatan: Biasanya penggunaan IP Public sudah tidak mengenal kelas IP lagi karena penggunaan IP Public biasanya sudah melalui proses Subnetting (Baca: Subnetting) dan melalui ijin kepada lembaga pengelola IP.
3. Contoh Topologi jaringan untuk 5 Host menggunakan IP Private


.jpeg)

Komentar
Posting Komentar